Sepotong Hati Yang Baru

-Tere Liye

Buku ini berisikan kumpulan beberapa cerita yang terinspirasi dari legenda atau cerita lama dengan versi yang berbeda.
Salah satu cerita yang amat memilukan dan sangat dapat dijadikan pembelajaran untuk kehidupan siklus kebijaksanaan cinta. salah satu cerita yang aku rangkum sendiri dengan bahasaku tersebut berjudul:

BUAT APA DISESALI

Kisah cinta dalam judul ini memiliki dua nama pemeran utama, yaitu Hesti dan Tigor. Keduanya memiliki usia yang sama, perbedaan yang mendasar selain perbedaan jenis kelamin mereka adalah kondisi perbedaan sosial mereka yang sungguh bagaikan langit dan bumi. Hesti merupakan salah satu dari putri seorang menteri yang kala itu tinggal didaerah menteng lebih dari setengah abad silam. Sementara Tigor, hanya seorang anak pembantu dari rumah dinas yang ditempati Hesti. Alhasil, mereka sempat menghabiskan masa kanak-kanak berdua.. ya,, selalu berdua. Kebersamaan itu berakhir ketika ayahanda Hesti dipindah tugaskan di Kota Surabaya ketika mereka berdua berusia 6 tahun.

Lalu, apakah hubungan mereka berdua berhenti sampai disini? Tidak. Mereka masih sering melakukan aktivitas surat menyurat. Yang pada akhirnya, membuat marah sang ayahanda dari Hesty. Alhasil, semua surat yang dkirimkan Tigor kepada Hesty hangus terbakar ditangan ayahnya. Tahun demi tahun berlalu, hingga akhirnya ayahanda Hesty dipindahkan lagi ke Jakarta. Disinilah pertemuan mereka berulang. Dari semasa kecil yang mereka lalui belum mengenal apa arti cinta, hingga pertemuan setelah perpisahan mereka yang harus mengalami siklus rasa kasih sayang dari keduanya.

Permunculan permasalahan dimulai saai itu juga. Dimana keberadaan Tigor di hati Hesty ditentang kuat-kuat oleh ayahnya. Bahkan ketika Tigor telah bekerja di salah satu perusahaan swata yang baik dan memutuskan untuk memberanikan diri melamar Hesty, penolakan ayahanda Hesty tak bisa dihindari. Hingga tiba suatu hari dimana setelah kepulangan Tigor dari dinas untuk belajar ke London selama 4 bulan, tergeletak amplop isi foto pernikahan Hesty dan ucapan permintaan maaf dari Hesty “Maafkan aku Tigor, Aku sudah menikah”

Sehingga kemarahan tigor tidak dapat dibendung untuk segera menanyakan kepastian kepada Hesty. Bagaimana bisa Hesty melakukannya, sementara perjanjian mereka untuk bersabar dalam hubungan ini telah terucap. Diluar dugaan, kedatangan Tigor dirumah Hesty dalam situasi dan kondisi yang tidak tepat, dimana hari itu adalah sehari setelah meninggalnya ayahanda Hesty. Sempat ingin menanyakan perihal pernikahan Hesty, tiba-tiba Tigor melihat sosok lelaki disebelah Hesty yang sedang menangis sesenggukan di samping ayahandanya yang terbaring kaku.

Hingga muncul ide ekstrim dari Tigor untuk berpamitan kepada orang tuanya untuk pergi ribuan mil agar bisa melupakan pesakitannya. Tigor sukses menghilang, selama 18 tahun Hesty tanpa henti mencarinya, menanyakannya pada keluarganya tiada henti, namun semua sia-sia. Hingga pada suatu hari, Hesty menemukan setumpuk foto pernikahan dan selembar surat itu dikamar sempit di sudut rumah setelah sepeninggal bibinya. Hesty akhirnya mengerti kenapa Tigor raib dari kehidupannya. Setelah lebih dari 20 tahun mencari keberadaannya. Tigor keliru besar saat melihat foto-foto pernikahan dan surat itu. Foto dan surat tersebut adalah konspirasi terakhir ayah Hesty. Pernikahan itu benar terjadi, tapi bukan Hesty sebagai pengantinnya, melainkan kakak Hesty. Yang tentunya Hesty juga melakukan sesi berfoto bersama kakak iparnya. Lalu dengan tulisan tangan yang mirip dengan tulisan Hesty adalah tulisan ibunda Hesty yang dengan sedihnya menulis karena tuntutan suami yang renta dan sakit-sakitan.

Ya, namun semua sudah berlalu. Seperempat abad penantian Hesty diusianya yang kini lebih dari setengah abad tidak berujung pada kebahagiaan. Tigor tlah menikah dengan bule, mempunyai dua anak berusia 9 dan 3 tahun. Semua itu diketahuinya ketika Tigor melayat kerumah bibi Hesty beberapa hari yang lalu. Dan Tigor tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Hesty samasekali belum menikah.

sungguh cerita ini dapat benar-benar dijadikan pembelajaran kebijaksanaan hati dalam memilih. 🙂