CANTIK, MUDA, MANDIRI

Blog saya kali ini akan mendeskripsikan, menjelaskan dan menyebutkan salah tiga dari beberapa wanita Indonesia yang sangat menginspirasi para wanita muda lainnya syukur-syukur para pria juga ikutan :p . Ini tentang enterpreneurship, inspirator, kemandirian, cerdas, dan cantik! 😀 beberapa sosok yang akan saya kupas adalah :


1. Dian Pelangi 

dian-pelangi-resize

 Sosok wanita muda yang terkenal lekat dengan image “hijabers” ini merupakan designer muda yang membawa angin segar dalam dunia mode muslimah. Rancangan busana muslimah Dian Pelangi memang telah banyak digemari jutaan perempuan di tanah air; dan bahkan juga telah menembus pasar Timur Tengah dan Dubai. Belum lagi beberapa fashion show di beberapa negara seperti Serbia, Melbourne, Belanda, dan masih banyak lagi. Sehingga, kebudayaan indonesia dapat dengan mudah diperkenalkan hingga ke mancanegara lewat fashion dengan beragam budaya dan motif diantaranya batik, songket, dan tenun.  dengan itu usahanya dalam dakwah dengan inspirasi berjilbab untuk para muslimah baik dari dalam maupun luar negeri tidak dapat diragukan lagi. 🙂 karena berhijab adalah bagian dari proses menuju arah yang lebih baik. dengan hijab fashion, bukankah akan memudahkan penerimaan dakwah bagi orang yang belum berhijab?


2. Sally Giovanny

sally-muda

Sally Giovanny adalah perempuan muda berusia 26 tahun, yang besar dan tinggal di Cirebon. Ia lahir dari keluarga yang tidak begitu mapan ekonominya. Itulah kenapa sejak amat muda, tepatnya selepas lulus SMA dan baru berusia 18 tahun, ia telah memutuskan untuk mencari nafkah sendiri, demi meringankan beban orang tua.

Ia memulai usahanya dengan berjualan

 

batik khas Cirebon, atau batik Trusmi. Saat pertama kali berjualan, ia keliling ke pasar-pasar di Jakarta, Bandung dan Surabaya : menjajakan dagangan batiknya. Ia berkeliling dari pasar ke pasar dengan peluh yang selalu membasahi tubuhnya. Dengan debu jalanan yang membayangi wajahnya.

Juga dengan kegigihan, dengan semangat pantang menyerah dan dengan doa yang terus mengalir.

Sebab, langkah membangun bisnis dengan omzet ratusan juta, selalu dimulai dari langkah pertama. Sebab omzet bisnis miliaran yang menjadi impian, selalu dimulai dari rupiah pertama.

Sejak pertama kali memproduksi dan berjualan batik Trusmi, Sally memutuskan untuk memproduksi batik dengan desain yang unik dan berkualitas, meski dengan harga yang sedikit lebih mahal.


3. Dea Valencia

SONY DSC

 

Usianya baru 20 tahun. Dia adalah alumnus Universitas Multimedia Nusantara Serpong Tangerang. Dea lulus kuliah pada saat usianya masih amat muda, 18 tahun (ia ikut kelas akselerasi sejak mulai sekolah SD . SMP hanya dua tahun, SMA hanya dua tahun). Dea adalah pendiri usaha batik bernama Batik Kultur dan berdomisili di Semarang (kota kelahirannya).

Keunikan desain Batik Kultur adalah menggabungkan beragam kain batik, untuk dikombinasikannya menjadi busana batik perempuan yang modis dan asyik. Desain-desainnya yang keren membuat produknya laris – baik yang dijual secara online maupun offline.

Saat ini mampu meraup omzet hingga 300 juta per bulan; dengan profit margin sekitar 20%. Sebuah pencapaian yang amat mengesankan untuk seorang perempuan muda belia yang baru berusia 20 tahun.

Kini ia mempunyai sekitar 36 pegawai, dalam seusia semuda itu ia sudah bisa ikut menciptakan lapangan kerja untuk 36 orang.

Yang menggetarkan, sebagian karyawannya adalah tuna rungu, tuna wicara dan tuna daksa (lumpuh). Dea bilang : membangun bisnis juga adalah ikut memberi kesempatan pada mereka yang kurang beruntung (dan selama ini terpinggirkan).

Dengan sabar dan telaten, Dea mengajari karyawannya yang cacat fisik (tuna rungu dan tuna daksa) agar mampu menjahit dan membuat batik dengan hebat.


Demikian rangkuman inspiratif dari ketiga wanita diatas. Semoga ketiga kisah wanita diatas dapat menginspirasi pembaca dengan pengetahuan, pengalaman, dan pemikiran secara cerdas dan ringan. Terimakasih, selamat hari senin, dan sampai jumpa.. 🙂

Iklan